Iklan Tengah Artikel 2

BUDIDAYA IKAN BETUTU UNTUK PANGSA PASAR EROPA

Budidaya Ikan Betutu - Ikan Betutu atau yang di sebut ikan malas mempunyai kelebihan tahan hayati di perairannya yg terbatas. Ikan Betutu ketahanannya sama dengan ikan sapu sapu yang hidup di habitat perairan kotor dan tercemar. Saat ini ikan betutu sedang di gandrungi sebagai salah satu ikan komoditas ekspor. Tak tanggung tang lagi pasar pangsa nya adalah Uni Eropa.

Dalam Perkembangannya permintaan akan ikan betutu sangat tinggi dan masyarakat lokal maupun luar negeri mulai membudidaya ikan betutu. Untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi maka salah satu nya adalah dengan cara ikan betutu di budidayakan.

Ikan ini acapkali dipasarkan pada bentuk hayati. Ikan yg tergolong mahal ini merupakan kuliner favorit pada beberapa negara. Meski kulitnya berwarna angker tetapi daging pada dalamnya berwarna putih bersih. Tetapi mempunyai testur daging yang sangat lembut.

Meskipun memiliki potensi pasar sebagai komoditas ekspor ke berbagai negara, hingga sekarang ketersediaan betutu belum mampu memenuhi peluang tersebut lantaran bergantung kepada hasil penangkapan di alam. Banyak yang belum menguasai tentang teknik pembudiyaan ikan betutu.

Di perairan Waduk Cirata,  penelusuran ikan betutu dimulai berdasarkan hulu Sungai Citarum, Cibalagung, dan Cikundul. Alat tangkap yg dipakai yaitu jaring lempar dengan mesh size 2-tiga inchi, jenis bubu, & pancing.

Budidaya Ikan Betutu
Budidaya Ikan Betutu

Ikan betutu yang berhasil ditangkap selanjutnya dikumpulkan pada jaring & dipilah menurut ukurannya, benih dan konsumsi. Selanjutnya, benih didomestikasi buat budidaya pembesaran ikan betutu menggunakan sistem anugerah pakan yang terkontrol. 

Adapun hasil tangkapan dengan ukuran ikan konsumsi langsung dijual melalui bandar menggunakan harga yang relatif bervariasi, kisaran Rp 150.000-185.000/kg. Sungguh harga yang sangat tinggi untuk skala ikan air tawar.

Ikan betutu dapat memijah secara alami & tidak perlu membutuhkan perlakuan yg rumit. Namun buat kontinuitas produksi sepanjang musim diharapkan sistem budidaya terkontrol sehingga nir Mengganggu kelestarian alam.

Pengenalan Jenis Ikan Betutu

Awalnya, ikan gabus malas adalah jenis ikan  hama yg mengusik kenyamanan ikan-ikan peliharaan pada kolam, sama misalnya belut, dan ikan budidaya yang lainnya.

namanya sinkron menggunakan kebiasaan hidupnya ikan ini hampir-hampir tidak agresif dan jarang begerak serta berkecimpung di habitatnta saking malasnya. Oleh karena itu dalam budidaya ikan betutu, ikan ini wajib  diberi pakan hidup supaya bereaksi. 

Ikan gabus malas dikenal juga dengan nama betutu. Ikan betutu mempunyai sisik tipe ctenoid. Artinya, bentuk sisik kecil­-mini   dan menyelimuti sekujur badannya. Pada bagian kepala sisik, masih ada moncong, pipi, dan operculum. 

Bagian operculum sisik ini lebih akbar dibandingkan menggunakan yang lainnya, sirip dubur lebih pendek berdasarkan sirip punggung kedua. Dan sifatnya yang suka berdiam diri menjadikan ikan betutu sangat susah untuk di pancing atau di tangkap.

Ikan ini mudah dibedakan menggunakan ikan lainnya karena mempunyai rona tubuh coklat kehitaman. Dan ikan ini mempunyai bentuk sedikit menyeramkan.

Pada bagian punggungnya berwarna hijau gelap, sedangkan warna bagian perutnya lebih terang. Bagian kepala memiliki pertanda berwarna merah muda. 

Ikan Betutu sanggup tumbuh sampai mencapai 45 centimeter. Badannya berbentuk bulat panjang. Mulutnya mampu dibuka lebar dan siap menyantap mangsanya yang melintas di depannya. 

Sirip ekor betutu berbentuk membulat (rounded) menggunakan kulit tubuh dihiasi belang-belang agak coklat.

Jenis gabus malas atau ikan betutu yg dikenal di antaranya menjadi berikut.

- Broadhead sleeper atau Dorminator lotifrans

Ikan ini tersebar di Kepulauan Pasifik dan Amerika Tengah serta Meksiko bagian Selatan, baik pada air asin maupun air tawar. Panjang tubuhnya bisa mencapai hingga 25 centimeter. Broadhead sleeper senang makan ikan-ikan mini  .

- Spotted Goby atau Dorminator maculatus

Ikan ini sanggup tumbuh hingga 25 cm. Spotted Goby beredar pada Kepualauan Pasifik & Amerika Tengah, baik pada bahari ataupun di air payau.

- Morgunda-morgunda atau purple-striped gudgeon

Ikan yang tergolong buas ini terdapat pada perairan tawar di Australia Utara & Tengah. 
Panjang tubuhnya bisa mencapai 20 cm.

Kebiasaan Hidup pada Alam

Benih ikan gabus Bering tampak seperti serombongan ikan cere (Lebistes reticulates) di kolam. Gabus malas ini dari dari Kalimantan, Sumatera, Malaysia, dan Thailand. Ikan ini hayati pada sungai, rawa menggunakan kedalaman 40 centimeter, dan menyukai perairan yg dangkal. Ikan betutu ini cenderung menentukan tempat yg gelap, berlumpur, berarus hening, atau wilayah bebatuan buat bersembunyi. 

Di Indonesia, ikan ini ditemukan di Palembang, Muara Kompeh, Gunung Sahilan, Jambi, Danau Koto, Sungai Russu, Bua-bua, Banjarmasin, Sintang, Montrado, Batu Pangal, Smitau,Danau Boran, Pontianak, Sungai Kapuas, Serawak & Ternate, Sungai Cisadane, Bengawan Solo, & beberapa sungai besar  lainnya termasuk wilayah Riau.

Kebiasaan makan

Di alam, betutu menyantap pakan yg jaraknya sangat dekat. Dengan bentuk lisan yg sangat lebar, bukan halangan bagi betutu buat mengenyangkan perutnya. Betutu termasuk golongan hewan pemakan daging. Jenis pakan yg disukai adalah ikan-ikan mini  , cacing, atau organisme lainnya, asalkan masih hidup. Ikan ini mampu menyantap pakan ini pada jumlah yang besar  setiap harinya.

Kebiasaan berkembang biak

Di alam, betutu akan kawin dalam trend penghujan pada tempat yg berpasir bersih. Ikan ini kawin secara berpasangan. Telurnya akan dietakkan pada dasar atau ditempelkan dalam substrat, pinggiran batu, atau akar utama kayu yg higienis. Telurnya akan tampak seperti kabut atau kapas yg sangat lembut dan halus yg melekat dalam substrat.

Memilih Induk Untuk Pemijahan

Induk betutu umumnya dikumpulkan menurut alam karena perlu ketika yg usang & pakan yg sangat banyak buat membuat induk di kolam. Induk-induk ini umumnya dikumpulkan pada antara betutu dewasa & diseleksi yg memiliki badan sehat. Induk jantan bisa dibedakan menurut induk betina menggunakan melihat ciri-karakteristik morfologis sebagai berikut, karakteristik induk yang berkualitas.

Indukan Betutu Betina

Badannya berwana lebih gelap. Bercak hitam lebih banyak. Papila urogenital berbentuk tonjolan memanjang yg lebih akbar. Membundar. Warnanya memerah saat menjelang memijah. Ukurannya lebih mini   dibandingkan menggunakan jantan pada umur yg sama. Berbadan sehat, & dewasa.

Indukan Betutu Jantan

Badannya berwana lebih terang. Bercak hitam lebih sedikit. Papila orogenital berbentuk segitiga, pipih, dan kecil. Pada umur yg sama ukurannya lebih akbar dari pada betina. Berbadan sehat, dewasa.

Pemijahan di Kolam

Awalnya betutu adalah ikan liar yang kehadirannya tidak dikehendaki pada kolam pemeliharaan lantaran senang memangsa ikan yg dipelihara pada dalamnya. Oleh karena itu, jika hendak memijahkan betutu pada dalam kolam maka persiapannya wajib  matang agar nir terdapat ikan lain yg masuk ke pada kolam & mengganggu proses pemijahan ikan betutu.

Konstruksi kolam pemijahan ikan betutu

Luas kolam pemijahan bervariasi antara, tergantung ketersediaan lahan. Kolam berbentuk persegi panjang menggunakan letak pintu pemasukan dan pembuangan berseberangan secara diagonal. 

Tujuannya agar kolam sanggup memperoleh air menurut saluran pribadi & pembuangannya pun mampu lancar. Debit air kolam minimal 25 liter/mnt. Pergantian air yg kotinyu akan berpengaruh positif terhadap proses pemijahan.

Tehnik memijahkan ikan betutu (Oxyeleotris marmoroto) dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemijahan secara alami dan pemijahan secara induksi (kawin suntik). 

Pada pemijahan alami nir mengenal musim, mampu tiga-4 kali pada satu tahun. Ikan betutu mempunyai keinginan buat memijah umumnya waktu ekspresi dominan hujan. 

Dalam musim hujan perkembangbiakan ikan betutu ini akan semakin tinggi. Pada puncak  musim kemarau (Juli-September) betutu relatif malas buat berkembangbiak, namun pada pemeliharaan intensif ikan betutu ini bisa memijah menggunakan pemberian  pakan yang berkualitas.

Pemijahan secara alami dilaksanakan di kolam pemijahan yg berukuran 20 x 10 m2 dengan kedalaman air 70-80 cm atau dalam bak semen yg lebih sempit. Debit air dijaga lebih kurang 25 liter/mnt. Pada kolam pemijahan dilengkapi menggunakan sarang berbentuk segitiga yang terbuat dari asbes yang disatukan, berukuran 30 cm. Tempat penempel telur ini sekaligus sebagai kolektor telur.

Persiapan kolam

Induk dipersiapkan terlebih dahulu. Untuk kolam pemijahan seluas 200 m2, dapat disiapkan induk yang rata-homogen berukuran 300 g sebesar 35-40 pasang. Sementara buat kolam mini  , dengan luas 8 m2, bisa dimasukkan induk sebesar tiga-4 pasang. 

Sebelum induk dimasukkan, kolam pemijahan dilengkapi menggunakan sarang pemijahan berupa segitiga yang dibentuk menurut asbes. Ukuran panjang segitigiga 30 centimeter yang diikat dengan kawat & diberi pelampung buat mempermudah mengetahui keberadaannya. Induk dimasukkan ke dalam kolam pemijahan sehabis kolam terisi air dengan tinggi 40-45 centimeter. 

Selama proses pemijahan, usahakan kolam memper­oleh pergantian air secara kontinyu. Proses pergantian air secara kontinyu ini terbukti mampu merangsang pemijahan hampir seluruh jenis ikan secara alami.

Pemijahan

Budidaya Ikan Betutu
benih ikan betutu
Tingkah laris pemijahan ikan betutu mencakup 5 tahap, yaitu membentuk wilayah kekuasaan, menciptakan sarang pemijahan, proses kawin, memijah dan meletakkan telurnya pada sarang, & menjaga telurnya. 

Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari, namun nir jarang dalam Siang hari betutu pula memijah. Ikan ini akan kawin di pada segitiga sarang pemijahan. Selanjutnya, telur yang didapatkan akan ditempelkan ke dalam kotak segitiga sarang pemijahan tersebut.

Penetasan Telur & Perawatan Benih

Telur ikan betutu berbentuk oval, transparan. Ukurannya sangat kecil, kira-kira hanya bergaris tengah 0,83 mm. Telur tadi melekat pada dinding sarang. Setelah kontak dengan air selama 10-15 mnt, membran vitelinya akan mengembang terns & panjang telur meningkat sekitar 50 % sampai telur ukuran 1,tiga mm. 

Penetasan telur dilakukan pada akuarium menggunakan mengangkat sarang pemijahan yang sudah berisi telur. 

Sebuah sarang pemijahan mampu ditempati sang sepasang induk, namun mampu pula ditempati beberapa ekor induk. Kapasitas akuarium usahakan minimal 60 liter. Untuk mengklaim proses penetasan, diberi aerasi agak bertenaga, & ditetesi beberapa tetes. Malachytgreen atau Metilen blue buat mencegah jamur (jamur). 

Telur yg terjangkit fungi akan tampak putih berbulu & usahakan segera disifon supaya nir menulari telur yang lain. Jumlah telur pada setiap sarang berkisar 20.000- 30.000 buah. Telur tidak menetas dalam ketika yang bersamaan. Biasanya, penetasan berlangsung 2-4 hari. Setelah telur menetas, kekuatan aerator dikurangi. Adapun persentase telur yang menetas antara 80-90%.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan berupa pakan alami juga pakan pelet yang sudah dilunakkan dilakukan selesainya cadangan kuliner larva yg baru menetas telah habis. 

Pemberian pakan kita lakukan sesuai menggunakan kebutuhan ikan yaitu 3x sehari pada pagi hari, siang & sore secara adlibitum. 

Setelah ikan mulai bertambah akbar selanjutnya kita pindahkan ke kolam pendederan sampai bisa dipanen buat dijadikan bibit yg akan dibesarkan ataupun di jual.

Pendederan

Pendederan dimaksudkan untuk memelihara larva yg baru menetas & sudah habis kuning telurnya (yolk sack) ke dalam kolam buat memperoleh ikan yang seukuran sejari (fingerling). Pendederan umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu pendederan I dan pendederan II. 

Pendederan I dilakukan di pada bak atau kolam yg lebih mini  , berukuran lima m x 2 m menggunakan kedalaman 1 m. Kolam ini dipasangi hapa menggunakan berukuran mata 500 mikron (0,5 mm) yang berukuran 100 cm x 75 cm dan tinggi 60 centimeter.

Banyaknya hapa yang dipasang tergantung benih yang akan ditebar. Kepadatan penebaran pada dalam hapa pada pendederan I yaitu 30.000 ekor /m2 atau 30 ekor/liter air. 

Jadi, ke dalam bak tadi bisa ditampung sebanyak 100.000-150.000 ekor larva, hasil dari 3-lima buah sarang, dengan kedalaman air 50 centimeter. Lama pemeliharaan di pada pendederan I ini yaitu dua bulan. 

Dengan pakan yang disuplai berdasarkan luar, akan didapatkan benih seukuran 1-2 cm menggunakan tingkat hidup mencapai 20%. 

Untuk pendederan 2, diharapkan kolam yg luasnya 50 m2 menggunakan ukuran lima m x 10 m & kedalaman kolam 0,7 meter. Kolam dipupuk dengan kotoran ayam sebesar 0,5-1,5 kg /m2, tergantung dari kesuburan kolam. 

Lama pemeliharaan di pendederan II yaitu 4 bulan dan akan dihasilkan benih betutu berukuran 10 centimeter (30-50 g) menggunakan tingkat kehidupan bisa mencapai 100%.

Pembesaran

Pembesaran dimaksudkan buat menghasilkan betutu berukuran konsumsi. Kolam yang diharapkan seluas 200-600 m2. Kolam diusahakan memperoleh air barn dengan konstruksi pematang kolam dari tanah dengan terlebih dahulu dipastikan tidak bocor. Idealnya kolam betutu menggunakan pematang yg ditembok. 

Di pada kolam ditempatkan beberapa loka persembunyian berupa ban bekas atau dawn kelapa lantaran betutu menghendaki lingkungan yang relatif remang-remang. Kolam dipupuk terlebih dahulu dengan kotoran ayam menggunakan takaran 0.Lima-1.Lima kg/m2. 

Kolam diairi menggunakan air yg sudah lewat saringan. Selanjutnya benih ukuran ditebarkan. Adapun kepadatan penebaran tergantung benih yg ditebarkan. Untuk benih berukuran 100 g bisa ditebarkan 20 ekor/m2, 

sedangkan yg berukuran 175 gram dapat ditebarkan sebesar 8 ekor/m2. Dalam tempo 5 bulan benih yang beratnya 100 gram dapat tumbuh menjadi 250 gr/ekor, sedangkan yg ukuran 175 gram dapat mencapai berat 400 gram/ekor selama 6 bulan.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "BUDIDAYA IKAN BETUTU UNTUK PANGSA PASAR EROPA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel