Iklan Tengah Artikel 2

PROSES PENGOLAHAN CHIKUWA YANG ENAK DAN GURIH

Proses Pengolahan Chikuwa - Chikuwa bentuknya silinder mungil dengan warna kecokelatan di bagian tengahnya. Makanan ini dibuat dari adonan ikan, gula dan putih telur kemudian dibalutkan pada bambu atau pipa dan dipanggang hingga matang. Rasanya kenyal dan gurih mirip bakso ikan. 

Chikuwa ini adalah bahan makanan Jepang berupa olahan daging ikan berbentuk seperti tabung. dan bagian makanan beku dan mudah didapat di supermarket. 
Chikuwa bisa diolah sebagai campuran sup, ditumis atau dijadikan campuram hot pot. Saat membeli pilihlah yang bentuknya bagus dan sama besar. 

Daripada Membeli Chikuwa ,kita juga bisa membuatnya sendiri apabila mengerti dan mengetahui proses pengolahan dan pembuatannya.

Apabila pembutan chikuwa terlalu banyak maka tidak perlu khawatir karena Jika tak habis diolah simpan dalam lemari es atau freezer. Dan Bila sudah tersimpan maka suatu saat bisa kita masak lagi.

Chikuwa dibuat dari bahan surimi yaitu olahan daging ikan yang dicampur garam, gula, tepung, monosodium glutamat, dan putih telur. 

Baca Juga ; Syarat Ekspor Tilapia Ke Amerika Serikat

Setelah semua bahan dicampur rata, maka adonan dililitkan pada batang bambu kecil atau batang logam, lalu dikukus atau direbus. Istilah chikuwa bermakna "cincin bambu", merujuk kepada bentuknya setelah diiris.

Contoh populer variasi produk olahan surimi lainnya adalah kamaboko dan satsuma age. Tingkat konsumsi chikuwa реr rumah tangga di Tottori adalah yang tertinggi di Jepang selama 30 tahun terakhir. 
Karena harganya yang murah, bergizi, kandungan proteinnya cukup tinggi, serta rendah lemak, chikuwa populer sebagai kudapan di Jepang.

Semua jenis daging ikan putih dapat menjadi bahan surimi  dan bisa di olah menjadi chikuwa

PROSES PENGOLAHAN CHIKUWA

PROSES PENGOLAHAN CHIKUWA YANG ENAK DAN GURIH
Proses pembuatan Chikuwa pada dasarnya terdiri dari empat tahap, yaitu pengadonan,
pencetakan, pengukusan, dan pembakaran.

1. Pengadonan atau pencampuran Bahan Bahan

Proses pengadonan ini diawali dengan mencampurkan surimi Sebagai bahan pokok dengan garam, gula, maizena 

Dan pencampuran bahan bahan tersebut dalam konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%,dan 2% selanjutnya yang terakhir putih telur dicampur secara homogen. 
Pengadonan atau pencampuran bahan bahan harus benar-benar diperhatikan tingkat homogenitasnya karena akan mempengaruhi penampakan maupun tekstur dari produk akhir. 

Semakin Pas Pencampuran dan pengadonannya maka testur yang di dapatkannya akan semakin lembut dan halus

Bumbu yang ditambahkan pada adonan untuk meningkatkan konsistensi nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, serta membentuk rupa produk serta memperpanjang masa simpan dan bukan merupakan bahan utama ( Winarno, 2008 ).

2. Pencetakan

Adonan chikuwa yang sudah merata kemudian dicetak dengan stik bambu dengan banyak adonan ± 15 gram. Adonan diratakan dulu dengan menggunakan plastik agar lapisannya lebih halus agar permukaannya lebih merata.

3. Pengukusan

Chikuwa yang telah dililitkan dengan stik bambu kemudian dikukus. Pengukusan ini bertujuan untuk lebih mematangkan produk dan mengurangi atau meminimaliskan jumlah bakteri yang ada pada daging ikan. 

Pengolahan bahan pangan yang memamfaatkan panas merupakan salah satu cara yang paling penting yang telah dikembangkan untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan dan meningkatkan kelezatan makanan. Proses
pemanasan yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan adalah pengukusan, pasteurisasi dan pensterilan. Sedang proses yang bertujuan meningkatkan kelezatan makanan adalah proses pemasakan (Harris, 1989).

Sebelum dilakukan pengukusan, panci pengukusan dipasang alat thermostat, thermometer digital dan heater untuk mendapatkan suhu yang diinginkan dapat tercapai dan stabil. 

Langkah pertama panci dipanaskan sampai suhu yang dikehendaki, setelah suhu stabil produk dimasukkan ke dalam panci. Lama proses pengukusan terjadi 15 menit, dan suhu70o

4. Pembakaran


Pembakaran chikuwa ini dilakukan dengan membolakbalikkan chikuwa yang telah dililitkan dengan stik bambu di atas kompor yang dilapisi dengan loyang diatasnya. Proses pembakaran ini dilakukan untuk menciptakan aroma yang khas dari chikuwa itu sendiri. 

Pembakaran chikuwa merupakan suatu cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan pemberian senyawa kimia alami dari pembakaran bahan bakar alami. 
Melalui proses pembakaran akan terbentuk senyawa asap dalam bentuk uap butiran – butiran serta dihasilkan panas. Asap inilah yang menjadikan chikuwa akan sedikit menarik dan mempunyai rasa yang khas

Melalui pembakaran akan terbentuk aroma dan rasa yang khas pada produk dan warnanya menjadi kecoklatan. Pada pembakaran ini biasanya menggunakan suhu di atas 1000C dengan waktu beberapa menit (Winarno,1980).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PROSES PENGOLAHAN CHIKUWA YANG ENAK DAN GURIH"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel